HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Membumi Tanpa Plastik

  • Posted by admin
  • 25 April 2018

Membumi Tanpa Plastik

 

Sahabat, tanggal 22 April setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Bumi Internasional. Hari Bumi diperingati agar kecintaan kita kepada planet ini tidak hanya sekedar slogan atau kampanye dari segelintir orang, namun kita pun bisa juga turun tangan menjaga dan merawat bumi. Salah satu cara yang paling mudah dan nyata dalam mengungkapkan rasa terima kasih kita kepada bumi adalah mengurangi atau bahkan stop penggunaan plastik. Sebagaimana tema yang diangkat pada perayaan Hari Bumi pada tahun ini.

 

Plastik Adalah Salah Satu Musuh Utama Bumi

 

Tahukah sahabat, bumi kita 'menyimpan' hampir seluruh plastik yang pernah dibuat? Plastik merupakan salah satu benda yang membutuhkan waktu lama (bahkan hingga ratusan tahun) untuk diuraikan oleh mikroorganisme. Segala yang mengandung plastik akan jauh lebih lama diuraikan daripada kertas, meskipun bukan berarti kita dapat membuang kertas sembarangan, ya ????. Faktanya, satu kantong plastik membutuhkan waktu 10-20 tahun untuk diuraikan, gelas plastik membutuhkan 50-100 tahun. Sedangkan botol plastik membutuhkan waktu lebih lama, yaitu 400 tahun untuk diuraikan. Nah, khusus untuk Styrofoam, tidak pernah bisa diuraikan dan sangat membahayakan bagi bumi dan juga kesehatan manusia.

 

Plastik kini sudah mencemari setiap sudut bumi; di laut, pulau-pulau terpencil, terkubur di dalam tanah, sampai di kutub yang dianggap sebagai zona murni. Mengenaskannya, mikroplastik bahkan ditemukan di dalam pemcernaan krustasea yang hidup di palung berkedalaman 10.970 meter. Para peneliti melaporkan, di antara enam palung laut dalam di Pasifik, tak ada yang bebas dari kontaminasi plastik.

 

Bahaya Plastik untuk Bumi dan Makhluk Hidup

 

1. Plastik Memicu Perubahan Iklim

Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya, plastik menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Pembakaran gas metana mengakibatkan emisi karbon ke udara yang membuat bumi semakin memanas.


 

2. Plastik Mencemari Lingkungan

Sumber material plastik yang terbuat dari minyak bumi mencemari lingkungan karena limbah pabrik dibuang ke sungai. Selain menyumbat selokan dan badan air, plastik yang tidak terurai mengakibatkan rusaknya ekosistem di sungai dan laut, dan mencemari air tanah.

 

3. Plastik Berbahaya Bagi Manusia dan Makhluk Hidup

Plastik yang dibakar menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Sedangkan di laut, penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of Ghent di Belgia menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi seafood secara rutin menelan hingga 11.000 potongan-potongan kecil plastik setiap tahunnya.

 

Nah, apa yang bisa kita lakukan sebagai penduduk bumi agar bumi tetap menjadi tempat yang layak bagi anak cucu kita di masa akan datang?

 

1. Mulai membawa botol minum sendiri

Dengan membawa botol minum, akan mengurangi kebiasaan kita membeli air mineral dalam botol plastik, juga saat membeli kopi dan minuman lainnya.

 

2. Menggunakan reuseable bag

Dengan Reuseable bag kita pun bisa menghemat biaya tambahan pembelian kantong plastik rumah tangga sehari-hari.

 

3. Menggunakan makanan yang tidak dikemas

Selain menghindari penggunaan sedotan berbahan plastik, sebaiknya kita juga memilih makanan tanpa kemasan plastik. Contohnya; sabun batangan yang dikemas dalam kertas, tidak seperti sabun cair yang menggunakan plastik.

 

4. Memasak makanan segar

Selain berdampak buruk bagi lingkungan, makanan dalam kemasan juga berbahaya bagi kesehatan. Yuk, mulai masak makanan kita sendiri, memasak makanan segar bahkan bisa menghemat pengeluaran sekitar 30-60 persen (Penelitian di Portland, Amerika Serikat).

Sekecil apapun perubahan yang kita lakukan, akan berdampak besar di kemudian hari. Yuk, mulai stop penggunaan plastik dari sekarang, sahabat ????