HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Wah, Permukaan Tanah Jakarta Terus Menurun!

  • Posted by admin
  • 6 June 2017

Sahabat Aetra, tahukah Anda kalau permukaan tanah di Jakarta terus menurun? Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan penurunan permukaan tanah di Kota Jakarta mencapai lima centimeter (cm) per tahun.

Menurut Sekretaris Ditjen Sumber Daya Alam Kementerian Pekerjaan Umum, Mudjiadi, solusi agar permukaan tanah tidak tambah menurun adalah dengan tak lagi menyedot air tanah terlalu banyak. Penggunaan air tanah melalui sumur bor dan pantek di Jakarta masih tinggi. Akibatnya, penurunan permukaan tanah menjadi ancaman serius bagi warga Jakarta yang letak geografisnya berada di bawah permukaan laut, terlebih lagi untuk wilayah Jakarta Utara lebih cepat dibandingkan daerah lain. Dikarenakan wilayah utara sifat tanah yang cenderung lunak.

Pengambilan air secara besar-besaran menyebabkan massa akuifer menyusut sehingga akan membuat tinggi muka tanah menurun. Selain itu, penurunan tanah di banyak wilayah Jakarta juga banyak terjadi karena dipengaruhi pembangunan infrastruktur, seperti gedung-gedung tinggi, juga drainase. Dampak negatif yang ditimbulkan dari penurunan permukaan tanah terutama adalah terjadinya banjir rob, genangan air di musim hujan, rusaknya infrastruktur, intrusi air laut dan menurunnya kualitas hidup (kondisi sanitasi dan kesehatan pasca banjir yang diikuti merebaknya penyakit seperti diare, muntaber, demam berdarah yang menurunkan kualitas hidup warga).

Untuk meminimalisir keadaan penurunan air tanah harus ada perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat bahwa air bukanlah merupakan sumber daya alam yang tidak terbatas. Karena itu, sumber daya air perlu dikelola secara baik dan bertanggung jawab.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyelamatkan air tanah:

a. Memperbanyak daerah resapan air, agar air dapat meresap ke tanah sehingga kejadian bencana,misalnya banjir atau kekeringan tidak terjadi lagi.

b. Melestarikan sungai, dengan tidak membuang sampah/limbah rumah tangga dan perusahaan di sungai dan melakukan penanaman di kanan kiri sungai untuk mencegah terjadinya erosi/longsor.

c. Menanam pohon, dengan adanya pohon maka air hujan akan mudah meresap kedalam tanah,hal ini dikarenakan air tidak lagsung jatuh ke tanah tetapi ke pohon terlebih dahulu dan tanah juga akan terhindar dari erosi. Air akan meresap perlahan ke dalam tanah sehingga banjir tidak akan terjadi.

d. Pengeksploitasian air tanah harus terkendali, penggunaan air harus disesuaikan dengan kebutuhan (baik kebutuhan untuk rumah tangga, industri dan lain-lain).

Menggunakan air bersih perpipaan

e. e. Menggunakan air bersih perpipaan, merupakan salah satu solusi yang bisa dapat dilakukan, contohnya adalah air Aetra yang tidak menggunakan air tanah atau mata air sebagai air bakunya, melainkan menggunakan air permukaan, yaitu dari air sungai Citarum, yang dialirkan dari Waduk Jatiluhur kemudian menuju Kalimalang, Jakarta Timur.