HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Sahabat Aetra

Dari Kami Untuk Kota Jakarta

  • Posted by admin
  • 23 June 2019

 

Selamat ulang tahun DKI Jakarta! Semoga di umur ke-492 ini DKI Jakarta tidak hanya menjadi tempat untuk mengadu nasib tetapi juga menjadi rumah yang nyaman untuk ditinggali oleh warganya dan pendatang baru. Menjadi kota yang lebih baik, bagi kota manapun tidak bisa hanya diwujudkan oleh Pemerintah saja. Kontribusi warga Jakarta sangat diperlukan dan berdampak signifikan pada perubahan "Wajah Baru Jakarta" sebagaimana tema yang diangkat pada tahun ini.

 

Di usia ke 492 ini, kita perlu memahami bahwa Jakarta tidak muda lagi dan harus menanggung beban penduduk yang sangat banyak. Banjir menjadi salah satu masalah klasik di Jakarta karena rutin datang setiap musim penghujan. Banjir bisa disebabkan oleh sungai yang meluap karena tersumbat sampah, namun yang paling signifikan adalah penurunan muka tanah di Jakarta yang mulai meluas hampir di seluruh Jakarta dan tidak bisa lagi dihentikan.

 

Penurunan muka tanah terjadi karena beberapa hal yaitu semakin maraknya gedung-gedung besar tinggi menjulang sehingga tanah menanggung beban, ditambah penyedotan air tanah secara masif menyalahi aturan yang sudah diterapkan. Tidak cukup berdampak pada lingkungan, masih banyaknya warga Jakarta yang menggunakan air tanah sebagai air untuk keseharian juga mengabaikan faktor kesehatan, dimana sebagian besar air tanah Jakarta sudah tercemar bakteri E-coli karena posisi sumur dan septic tank yang berdekatan (dampak kepadatan penduduk Jakarta).

 

Apa saja yang bisa mulai kita lakukan untuk berkontribusi menyambut Wajah Baru Jakarta?

 

1. Kurangi limbah dan berhenti buang sampah sembarangan

Klise, memang. Namun untuk membenahi Jakarta, kita perlu membenahi keseharian kita terlebih dahulu. Mengurangi limbah rumah tangga dan berhenti membuang sampah tidak pada tempatnya akan berdampak pada Jakarta yang bersih. Trotoar, taman kota, fasilitas umum, hingga sungai akan menjadi lebih sehat tanpa limbah dan sampah. Aliran sungai juga akan lancar dan bening, tidak menyebabkan banjir dan dapat terbentuk ekosistem dari air sungai yang bersih dan sehat.

 

2. Peduli terhadap Polusi

Jakarta termasuk salah satu tempat di dunia yang berpolusi udara sangat tinggi, selain karena asap produksi dari pabrik, juga asap kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahunnya. Mulailah untuk peduli pada polusi, tidak hanya polusi udara tetapi juga polusi air, tanah, dan laut. Jagalah Jakarta dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan transportasi umum dan menjaga kebersihan di mana pun berada.

 

3. STOP MENGGUNAKAN AIR TANAH

Air tanah yang dimasak sampai matang faktanya hanya akan membunuh kuman dan bakteri pada air tersebut dan tetap tidak menghilangkan kandungan kimia dari air yang tercemar. Selain baik untuk diri sendiri, berhenti menggunakan air tanah dan beralih menggunakan air perpipaan turut membantu Pemerintah dalam menjalankan programnya untuk Jakarta yang bebas dari banjir. Mengapa? Karena air perpipaan menggunakan air permukaan waduk yang sudah diproses dan produksinya sesuai dengan standar Permenkes RI, jadi tidak menggunakan air tanah sebagai air bakunya. Air tanah yang diambil terus-terus akan mengakibatkan rongga pada tanah dan membuat tanah ambles atau turun secara bertahap. Air tanah yang dikonsumsi pun belum tentu terjamin kehalalannya, karena bisa saja terkontaminasi dengan bahan-bahan yang tidak halal. Dengan menggunakan air perpipaan khususnya yang diproduksi Aetra Air Jakarta Anda akan semakin nyaman mengkonsumsinya, karena selain proses produksinya diawasi dengan ketat, juga dalam proses Jaminan Sertifikasi Halal dimana semua kandungannya telah diuji oleh tim dari Majelis Ulama Indonesia.  

 

Mari Sahabat, bersama-sama wujudkan cita-cita Jakarta menjadi Jakarta dengan wajah baru.

 

Selamat ulang tahun, Jakartaku!