HOTLINE 24 JAM +62 21 86909999

Detail Berita

Refleksi Hari Pelanggan Nasional 2019 Aetra Peroleh Sertifikasi Sistem Jaminan HALAL dari MUI dengan Kategori Sangat Baik

  • Posted by Aetra
  • 5 September 2019

Jakarta, 5 September 2019. Kepuasan Pelanggan adalah Hal mutlak yang harus  diupayakan keberadaannya sebagaimana dilakukan oleh Aetra Air Jakarta (’’Aetra’’) sebagai Perusahaan Penyedia Layanan Air Bersih di timur Jakarta. Untuk itulah untuk mencapai tingkat kepuasan yang maksimal dan berbarengan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional maka komitmen Aetra terimplementasi dengan beberapa pencapaian terbarukan, demikian penegasan Edy Hari Sasono selaku Presiden Direktur Aetra. Adapun implementasinya sebagai berikut :

 

Perolehan Sertifikasi Sistem Jaminan HALAL (SJH) dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

 

HAS 23000 adalah dokumen yang berisikan panduan sertifikasi  Sistem Jaminan HALAL (SJH) dari LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perolehan Sertifikasi Sistem Jaminan HALAL  pada Instalasi Produksi Air (IPA) Buaran dan Pulogadung merupakan komitmen Aetra dalam memberikan keterjaminan air bersih yang diproduksi untuk selanjutnya memberikan keamanan kepada seluruh pelanggan untuk mengkonsumsi air Aetra disamping telah sesuai dengan ketentuan Standar Peraturan Menteri Kesehatan juga dijamin dari sisi keHALALan produknya yang dikeluarkan secara resmi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan sertifikasi SJH tersebut, ada 11 kriteria tahapan yang menjadi parameter yaitu :

  1. Kebijakan Halal,  adalah komitmen tertulis Perusahaan tentang Kepastian hukum dan disosialisasikan kebijakan HALAL tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan.
  2. Tim Manajemen Halal, menetapkan Tim Manajemen Halal yang mencakup semua bagian yang terlibat dalam aktivitas kritis serta memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang yang jelas.
  3. Pelatihan dan Edukasi, mempunyai prosedur tertulis pelaksana pelatihan, pelatihan internal harus dilaksanakan minimal setahun sekali dan pelatihan eksternal harus dilaksanakan minimal dua tahun sekali.
  4. Bahan, bahan yang digunakan dalam pembuatan produk yang disertifikasi tidak boleh berasal dari bahan haram atau najis. Perusahaan harus mempunyai dokumen pendukung untuk semua bahan yang digunakan, kecuali bahan tidak kritis atau bahan yang dibeli secara retail.
  5. Produk, karakteristik/profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau atau rasa yang mengarah kepada produk haram atau yang telah dinyatakan haram berdasarkan fatwa MUI.
  6. Fasilitas Produksi, industri pengolahan/fasilitas produksi harus dijamin tidak adanya kontaminasi silang dengan bahan/produksi yang haram dan najis.
  7. Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis, Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis mengenai pelaksanaan aktivitas kritis, yaitu aktifitas pada rantai produksi yang dapat mempengaruhi status kehalalan produk.
  8. Kemampuan Telusur (Tracebility), Perusahaan harus mempunyai prosedur tertulis untuk menjamin kemampuan telusur produk yang disertifikasi berasal dari bahan yang memenuhi kriteria (disetujui LPPOM MUI) yang diproduksi di fasilitas produksi yang memenuhi  kriteria (bebas dari bahan babi/turunannya).
  9. Penganan Produk yang tidak Memenuhi Kriteria
  10. Audit Internal, mempunyai prosedur tertulis audit internal pelaksanaan SJH.
  11. Kaji Ulang Manajemen, manajemen harus melakukan kaji ulang manajemen minimal satu kali dalam satu tahun, dengan tujuan untuk menilai efektifitas penerapan SJH dan merumuskan perbaikan berkelanjutan.

Namun dengan komitmen yang berkualitas dan sinergi yang kuat, Aetra berhasil mendapatkan pengakuan dari MUI dengan mendapatkan :

Sertifikat HALAL dan Status Sistem Jaminan HALAL (SJH)  dengan Grade Tertinggi Yaitu Kategori A (SANGAT BAIK).